November 7, 2009

aku ingin, kamu ingin, kita ingin.

Pertama tama saya ingin menginformasikan ini adalah kali pertama saya posting menggunakan web browser Opera, dan secara tampilan, web browser ini cukup menyenangkan. Hehehe. Cukup.

Sebetulnya banyak hal yg bisa saya tulis disini. Bisa kegiatan saya sehari hari, bisa me re blog postingan postingan orang lain yg saya sukai, bisa membagi percakapan percakapan aneh yg ada di sekeliling saya. Tapi, entah kenapa, yg selalu menjadi objek dalam tulisan saya adalah kekasih saya. Satu hal yg menurut saya kenapa hal ini bisa jadi seperti ini, karena kekasih saya yg selalu menjadi inspirasi saya untuk berbagi. Berbagi cerita tentangnya, tentang saya, dan tentang kita.

Entah pernah saya beri tahu atau belum, kami sering sekali membuat rencana rencana untuk masa yg akan datang. Rencana jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek. Yg paling menyenangkan adalah ketika kita membicarakan tentang rencana jangka panjang. Tentang apa yg kita lakukan dalam belasan atau puluhan tahun mendatang. Rumah seperti apa yg akan kita tempati, apa yg kita lakukan untuk mengisi waktu luang kita. Dia memilih untuk merajut, dan saya melukis. Kekasih saya bisa merajut, dan melukis hanya impian saya saja, karena menggambar pun saya tidak betul.

Tentang keinginan kita untuk keliling eropa bersama, tentang keinginan dia keliling dunia, tentang keinginan saya untuk menapakan kaki di britania raya, tentang keinginan dia berlibur ke praha, tentang keinginan saya menonton pertandingan Chelsea langsung di Stamford Bridge, tentang keinginan dia melanjutkan studi di Jerman, tentang keinginan kita menghadiri acara wisuda anak kita di universitas di eropa, dan tentang keinginan kita untuk menetap di eropa. Indah sekali membayangkan hal hal tersebut, dan akan lebih indah lagi kalau semua itu bisa tercapai. AMIN.

November 6, 2009

betul kata erk, hidup tak selamanya linier.

Kembali lagi ke perantauan adalah berarti perpisahan. Saya menghabiskan waktu tiga minggu kurang lebih di Bandung dalam masa liburan di kampus saya. Kembali ke Bandung berarti perjumpaan kembali dengan orang-orang terkasih. Saya sempat menghabiskan waktu dengan teman-teman saya, kami bermain futsal, menghabiskan malam dengan bernyanyi nyanyi hingga tengah malam diiringi gitar listrik yg menggunakan portable amplifier. Sempat juga menghabiskan waktu dengan sahabat saya dan kekasih nya, perbincangan ringan yg cukup serius disaat waktu makan siang, mengabadikan beberapa momen indah yg tidak begitu penting, dan diakhiri dengan rasa puas melihat hasil jepretan kamera-kamera plastik yg kami gunakan. Banyak waktu juga dihabiskan bersama keluarga saya. Saya sempat pergi ke kuningan untuk menghadiri acara keluarga dan membantu mengurusi urusan rumah tangga karena si bibi sudah balik ke kampungnya dan menurut kabar yg saya dengar sudah membuka warung dengan omset yg lumayan, hehe.

Kembali ke kampung halaman juga berarti bertemu kembali dengan kekasih saya. Kami menghabiskan cukup banyak waktu bersama walaupun memang, tidak pernah cukup seluruh waktu di dunia ini untuk kita agar selalu bersama. Pertemuan kita pun tidak selalu berlangsung manis, ada saja yg membuat pertemuan menjadi pahit, tapi kita tahu apa yg bisa membuat pahit itu manis kembali, tidak terlalu manis, juga tidak kurang manis. Manis yg pas, juga hangat. Dan semua pertemuan itu akhirnya harus diakhiri dulu, karena saya harus kembali merantau untuk dijejali ilmu ilmu yg mungkin berguna nantinya.

Dan akhirnya kami kembali menekuni service yahoo messenger, pesan singkat, telefon, tanpa pertemuan. Dan terima kasih kepada biaya gprs yg cukup murah dan handphone bekas yg cukup modern, untuk saya pribadi bisa meminimalisir biaya pengeluaran untuk pembelian pulsa, dan untuk kami, berarti bisa terus berkomunikasi tanpa harus menggunakan jasa pesan singkat yg relatif lebih mahal daripada biaya gprs. Intinya sih, jadi lebih irit bisa chating pake henpon sekarang mah, hehe.

Tidak henti hentinya pula, cobaan terus saja datang. Ada saja perilaku bodoh saya yg membuat dia malas, kesal, marah, benci, dan perasaan perasaan buruk lainnya. Tapi kebesaran Tuhan memberikan kekasih terkasih saya kesabaran yg tidak bertepi, dan berjuta maaf pun selalu dia maafkan.

Mungkin memang benar adanya bidadari yg terjatuh ke bumi, dan saya yakin, kekasih saya itu adalah bidadari yg sepertinya terjatuh ke bumi dan langsung diberi titah oleh Tuhan untuk menjadi pendamping saya, pendamping hidup saya, dan memapah saya jalan untuk kembali ke rumahnya, rumah para bidadari di atas langit ke tujuh, di tempat abadi bernama surga.

Amin. Annisaa Adha Nurrewa, heaven knows how much i love you. (lagu yah ini?)

*terima kasih buat bu niken udah nge reblog post saya. waaaah, senangnya. hahaha.

November 5, 2009

the answer.

  • Annisaa Nurrewa: Hows the love today?
  • Arizal Pratama: (karena keterbatasan saya dalam berbahasa inggris, saya jawab pake bahasa indonesia) cinta aku ke kamu hari ini sempurna. seperti hari hari sebelumnya, dan hari hari yg akan datang. hari ini suara kamu yg bangunin aku, suara kamu yg memulai hari aku. juga kata kata kamu yg bakal menutup hari aku. dan kamu yg memenuhi hari hari aku. youre there, iam here, iam there, youre here, we're everywhere. i love you.
November 3, 2009
I Just Can’t Stop Loving You

- [RIP] Michael Jackson

* I just cant stop loving Annisaa Adha Nurrewa

September 27, 2009

aku ingin.

Idul Fitri memang seharusnya dilalui dengan kebahagian. Berkumpul bersama orang yg kita sayangi, saling berbagi maaf, membagi rezeki kepada yg berhak, dan masih banyak hal-hal baik lainnya yg terkandung dalam balutan perayaan Idul Fitri. Dan untuk itu, saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin bagi semua. Semoga Allah memberikan limpahan kebahagiaan kepada kita semua. Amin

Lebaran tahun ini, saya kembali melakukan ritual mudik menuju tanah kelahiran orang tua saya. Tiga hari di Kuningan, yg merupakan kampung halaman ibu saya, satu hari di Ciamis yg merupakan kampung halaman bapak saya, dan kembali lagi ke kuningan selama dua hari. Total kami menghabiskan enam hari lima malam di kampung halaman kedua orang tua saya.

Saya masih sempat menghabiskan waktu bersama kekasih saya di Bandung, sebelum saya kembali lagi ke tanah rantau. Saya menghabiskan waktu tiga hari bersama kekasih saya. Satu hari saat bulan puasa, dan dua hari setelah lebaran.

Sebentar memang, tapi tiga hari yg kami habiskan bersama betul-betul waktu yg berkualitas. Satu hal yg betul-betul membuat saya senang adalah kekasih saya banyak sekali tersenyum ketika kami bersama, dan itu membuat saya bahagia. Saya betul-betul ingin menorehkan banyak senyum di wajah kekasih saya, dan sampai sekarang saya gagal. Saya lebih sering membuat wajahnya berkerut karena kesal oleh kelakuan saya. Saya lebih sering membuat dia mengeluarkan air mata kesedihan, bukan air mata kebahagiaan.

Karena saya memang dungu, melakukan kesalahan yg sama berkali kali. Tapi saya tetap ingin membuat wajahnya dipenuhi senyuman, ingin menghapuskan titik-titik kesedihan dari dirinya, dan memberikan kebahagiaan sempurna di dalam hidupnya. Bukan hanya untuk masa sekarang, tapi juga untuk masa mendatang, hingga tanpa batas waktu.

Tetap, dan selalu, aku cinta Annisaa Adha Nurrewa